Cara Menanam Jahe

Jahe merupakan rempah-rempah asli Indonesia yang banyak sekali manfaatnya. Jahe sangat mudah ditemukan dengan harga yang bervariasi. Namun, ada juga orang yang mencoba untuk menanam jahe sendiri. Cara menanam jahe yang paling terkenal di Indonesia adalah menggunakan pot/polybag dan juga menanamnya pada lahan tanam. Selain untuk bahan masakan, jahe juga kerap kali dijadikan obat herbal dan juga minuman hangat yang disebut wedang jahe.

Sebelum kita lanjut ke pembahasan, mungkin anda tertarik untuk mengetahui apa saja varietas jahe yang umum di Indonesia. Langsung saja simak penjelasannya dibawah.

Baca Juga : Panduan Menanam Jahe Merah Step by Step (lahan / Polybag)

Varietas Jahe di Indonesia

Umumnya jenis atau varietas jahe bisa dibedakan mulai dari ukuran rimpangnya, bentuk dan warna rimpangnya. Ada 3 jenis jahe yang di kenal masyarakat Indonesia, antara lain:

  1. Jahe Badak / Jahe Gajah (Jahe Putih/Kuning Besar)

Jahe Gajah by tokopedia.com

Dinamakan jahe gajah / jahe badak dikarenakan jahe ini memiliki ukuran rimpang yang besar. Ruas rimpangnya saja lebih besar dan menggembung dibandingkan jenis jahe lainnya. Jahe jenis ini cocok dikonsumsi baik berumur muda maupun berumur tua, seperti wedang jahe yang kaya sekali akan manfaat.

 

  1. Jahe Sunti / Jahe Emprit (Jahe Putih/Kuning Kecil)

Jahe Emprit by mommyasia.id

Jahe emprit atau jahe sunti memiliki rimpang dan ruas yang lebih kecil dibandingkan jahe gajah. Walaupun lebih kecil, rasa jahe ini lebih pedas daripada jahe gajah karena kandungan minyak atsirinya lebih banyak. Biasanya jahe jenis ini dipanen saat memasuki usia yang cukup tua, beda dengan jahe gajah.

 

  1. Jahe Merah

Jahe Merah by samudrabibit.com

Dari namanya sudah bisa ketahui bahwa jahe jenis ini memiliki warna merah pada rimpangnya. Namun ukuran rimpang jahe jenis ini lebih kecil lagi dari jahe emprit. Bisa dikatakan bahwa jahe memiliki ukuran rimpang paling kecil dari varietas lainnya. Walaupun kecil, jahe merah memiliki kelebihan dalam rasanya yang lebih pedas dibandingkan dua varietas diatas. Jahe merah sendiri baru bisa dipanen dan dikonsumsi saat memasuki usia tua.

Baca Juga : 40 Manfaat Jahe Merah Untuk Kesehatan (Pria dan Wanita)

Cara Menanam Jahe di Pot atau Polybag

Jahe Media Polybag by rockernugroho10.blogspot.com
  1. Menyiapkan Media Tanam

Pot yang digunakan diutamakan memiliki ukuran yang besar agar mampu menampung perkembangan umbi jahe dalam pot. Apabila memakai polybag, disarankan menggunakan polybag berukuran 40×50. Semakin besar akan semakin bagus pada perkembangan umbi jahe.

Selanjutnya, isi pot atau polybag tadi dengan komposisi media tanam yang terdiri dari tanah, pupuk organik, dan pasir. Bisa menggunakan perbandingan 1:1:1, 2:1:1.

 

  1. Proses Pembibitan dan Penyemaian Jahe

Untuk proses pembimbitan di mulai dari pemilihan bibit jahe yang berkualitas. Proses penyemaian dilakukan ditempat yang lembab. Saat proses penyemaian, untuk menjaga kelembaban tetap stabil, anda disarankan untuk mengeceknya setiap hari. Tunas jahe akan tumbuh kurang lebih sekitar 2 minggu. Setelah 2 minggu, bibit jahe yang telah tumbuh tunas siap ditanam.

 

  1. Proses Penanaman

Bibit yang siap ditanam dipindahkan ke pot atau polybag yang berisi campuran komposisi tadi. Sebaiknya anda berhati-hati saat memindahkan benih jahe tersebut, karena bisa saja benih jahe rusak sehingga membuat benih jahe gagal tumbuh dan mati. Cara menanamnya cukup mudah, hanya dengan membuat lubang seukuran rimpang jahe yang akan anda tanam. Masukkan bibit jahe ke dalam lubang tersebut dan timbun dengan tanah tanpa menutupi tunasnya.

 

  1. Perawatan dan Pemeliharaan

Perawatan dan pemeliharaan jahe yang telah anda tanam antara lain ialah:

  • Penyiraman

Siramlah tanaman jahe anda setiap sore hari secara rutin. Untuk penyiramannya juga jangan terlalu berlebihan, secukupnya saja, karena tanaman jahe jika kelebihan air akan membusuk dan mati.

  • Penyiangan

Rumput yang ada disekitar tanaman jahe pasti sangat mengganggu sekali terhadap pertumbuhan tanaman jahe. Inilah gunanya penyiangan, buanglah rumput yang mengganggu pada tanaman jahe. Kalau bisa saat penyiangan juga anda sedikit menggemburkan tanah pada pot atau polybag tersebut.

  • Pemupukan

Pemupukan bisa anda lakukan menggunakan pupuk organik karena lebih cocok untuk tanaman jahe.

 

  1. Proses Pemanenan

Pemanenan jahe media pot atau polybag ini cukup mudah, anda hanya tinggal menyobek polybag atau menggali pot tersebut jika ingin digunakan kembali. Setelah itu, ambil rimpang jahe dan pisahkan dari pangkal batangnya. Pilah antara jahe yang berkualitas tinggi dan berkualitas rendah. Bilas jahe sampai bersih, lalu keringkan. Jahe hasil panen sendiri siap dikonsumsi atau dijual.

Baca Juga : Manfaat Wedang Jahe Yang Baik Untuk Kesehatan

Cara Menanam Jahe di Tanah Lahan

Jahe Yang Sudah di Tanam by ilmubudidaya.com
  1. Menyiapkan Lahan Tanam

Tanah yang memiliki tekstur subur atau gembur sangat baik sekali untuk tanaman jahe. Anda bisa mengolah tanah agar menjadi subur seperti langkah berikut:

  • Cangkul lahan tersebut atau bisa menggunakan alat lainnya selain cangkul.
  • Buatlah bedengan dengan tingginya sekitar 25-30 cm dan lebar 1 meter. Untuk jarak tiap bedengan minimal sekitar 50 cm. Panjangnya sesuaikan dengan lahan.
  • Sebarlah pupuk kandang pada bedengan yang telah dibuat.
  • Untuk lubang tanam bisa anda buat dengan jarak 25×25 cm, dan memiliki kedalaman 25-30 cm.
  • Lubang yang telah dibuat di isi dengan pupuk kandang secukupnya.
  • Untuk lahan yang bagus, diamkan selama seminggu sebelu menanam benih jahe.

 

  1. Proses Pembibitan dan Penyemaian Jahe

Langkah-langkah untuk proses pembimbitan dan penyemaian benih jahe ini sama dengan point pembibitan diatas. Anda hanya perlu memilih benih jahe yang bagus dan melakukan penyemaian dengan cara meletakkan benih jahe pada tempat yang lembab.

 

  1. Menanam Jahe

Menanam jahe sebaiknya dilakukan pada akhir musim hujan dan memasuki musim kemarau. Ingat! Tanaman jahe akan membusuk jika kelebihan air. Cara menanam jahe ini pun ada langkah-langkahnya, seperti yang tertulis dibawah ini.

  • letakkan benih jahe pada lubang tanam yang telah anda buat. Timbun lubang tersebut tanpa menghalangi bagian tunas jahenya.
  • Siram tanaman jahe tersebut menggunakan air secukupnya.
  • Monitoring perlu dilakukan apabila setelah seminggu tunas jahe tidak tumbuh, kemungkinan bibit tersebut mati dan harus diganti yang baru.

 

  1. Perawatan dan Pemeliharaan

Setelah proses penanaman pasti langkah selanjutnya ada proses perawatan dan pemeliharaan. Untuk perawatan tanaman jahe bisa anda mulai dengan:

  • Penyiraman

Dilakukan setiap sore hari menggunakan air secukupnya.

  • Pemupukan

Pemupukan agar tanaman jahe mendapat nutrisi yang cukup. Bisa dilakukan tiga kali semasa usia tanaman jahe hingga panen

  • Penyiangan

Penyiangan sangat diperlukan untuk membasmi gulma dan rumput liar yang mengganggu tanaman jahe.

 

  1. Pemanenan

Pemanenan jahe bisa dilakukan setelah memasuki usia panen untuk jenis jahe emprit dan jahe merah. Cabutlah tanaman jahe sehingga umbi jahenya terangkat. Pisahkan umbi dengan pangkal batang dengan cara dipotong, lalu bersihkan jahe tersebut dan tunggu hingga kering. Jahe hasil panen siap diolah menjadi berbagai macam olahan yang bermanfaat.

Baca Juga : Teknik Menanam Nanas Hasil Melimpah

Hama dan Penyakit Tanaman Jahe

Hama Jahe by jahemerahtuban.blogspot.com

Hama dan penyakit pada tanaman jahe bisa merusak tanaman jahe jika tidak segera diantisipasi. Bahkan parahnya bisa membuat anda gagal panen. Oleh sebab itu, pengetahuan tentang apa saja hama tersebut beserta pengendaliannya perlu dipelajari.

  1. Ulat Penggerek Akar

Hama yang satu ini terbilang cukup merepotkan, pasalnya hama ini menyerang pada bagian akar jahe. Tanaman jahe yang terkena hama ini biasanya akan kering dan layu karena menyerap nutrisi tanaman melalui akar.

Para petani biasanya mengendalikan hama ini menggunakan insektisida nematisida dan karbofuran sesuai dengan dosis yang dianjurkan untuk tanaman.

 

  1. Nematoda

Sama halnya ulat penggerek akar, hama nematoda juga aktif menyerang tanaman jahe, terutama pada rimpang dan akar. Tanaman jahe yang terkena hama ini ditandai dengan munculnya bintil-bintil kecil dan permukaan rimpang jahe yang terlihat kecokelatan.

 

  1. Lalat

Ada sebuah pendapat bahwa lalat merupakan hama yang bisa membawa benih penyakit pada tanaman jahe. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa lalat menyerang dari luar, karena yang mengakibatkan busuknya rimpang jahe disebabkan oleh bakteri.

Penanganan hama ini bisa anda lakukan menggunakan pestisida, baik yang organik maupun kimiawi.

 

  1. Kumbang

Kumbang yang hinggap pada tanaman jahe biasanya akan bertelur pada rimpang jahe. Tentu hal ini akan membuat tanaman jahe rusak. Gunakanlah pestisida untuk menangkal hama yang satu ini agar tanaman jahe anda sehat selalu.

 

  1. Kepik

Kepik merupakan sejenis serangga kecil yang bisa menyerang daun-daun tanaman jahe. Hama ini akan membuat daun tanaman jahe rusak, bisa ditandai dengan berlubangnya daun tanaman jahe akibat hama ini.

 

  1. Kutu Daun

Tanda-tanda tanaman jahe terkena kutu daun ialah daunnya akan menguning, menggulung, dan layu sampai tinggal menunggu tanaman jahe tersebut mati.

 

  1. Bercak Daun

Daun tanaman jahe yang memiliki bercak berwarna abu-abu disebabkan oleh jamur Cercospora atau Phyllosticta. Pinggiran daunnya secara perlahan juga tampak adanya pembusukan sehingga rawan sekali terhadap kematian tanaman jahe.

 

  1. Busuk Rimpang

Rimpang yang membusuk juga bisa disebabkan karena penyakit jamur. Biasanya tanaman jahe yang terkena jamur ini akan menjadi layu, daun berwarna kuning, sampai akhirnya tanaman jahenya mati.

 

  1. Layu Bakteri

Salah satu penyebab rimpang jahe membusuk karena adanya bakteri solanacearum pada tanaman jahe . Pembusukan ditandai oleh rimpang yang membusuk.

Baca Juga : Tips Menanam Cabe Paling Gampang

Menanam jahe pada lahan sendiri memang mengasyikkan. Selain bisa menanam dan memanennya sendiri, kita juga bisa belajar mengenai perawatan dan pemeliharaan tanaman jahe.

Tonton juga video cara menanam jahe berikut:

Tinggalkan komentar